Kicau Kata

copyright @bintangberkisah

—————————————————-

Dalam diam, aku dapat mengeja kerinduan tanpa kesalahan.

(19 jan 12)

**

Rutinitas, asal kau tahu, adalah sebuah cinta sejati yang telah teruji.

(23 maret 12)

**

Kita paham betul dengan kebenaran. Tapi seringkali sulit menyesuaikannya dengan hasrat kenyamanan.

(24 maret 12)

**

Kerinduan adalah sebuah monolog yang rasanya takkan pernah mencapai baris tamat.        

  (25 maret 12)

**

Diam-mu menempa sabarku.

(25 maret 12)

**

Senja yang merangkak ke arah malam adalah ketabahan demi sebuah tujuan; pagi.                

(27 maret 12)

**

Sebuah senja menyelipkan rahasia; tentang bahagia, yang sementara tertunda, namun pasti ada.

(27 maret 12)

**

Adakah seekor merpati yang menyampaikan surat cinta senja kepadamu ? Tengoklah sebentar ke dalam kotak imajimu!

(29 maret 12)

**

Mereka yang berjasa besar adalah mereka yang memancing senyuman di pagi hari, menguatkan harapan yang nyaris mati.

(30 maret 12)

**

Sebuah fenomena: banyak yang berusaha keras mnjadi baik pada sesama, pada semesta, tapi malu mengakui nama asli pencipta-Nya.

(30 maret 12)

**

Mereka yang menuhankan kebaikan sesungguhnya hanya mendamba kenyamanan hidupnya di dunia.

(30 maret 12)

**

Mereka yang memilih cara kebaikan untuk mengungkapkan cinta adalah mereka yang mengetahui tujuan hidupnya.

(30 maret 12)

**

Tentang perjuangan, bukan sekedar kalah menang. Tapi ketabahan untuk keras bertahan. 

(30 maret 12)

**

Keresahan adalah bahan bakar perubahan.

(30 maret 12)

**

Kenyamanan adalah karib kemalasan.

(30 maret 12)

**

Ketika sajak sedang mencumbu senja, rindu cemburu buta.

(31 maret 12)

**

Sedang kutelaah tubuh bumi; ternyata jantungnya adalah gelisah, nadinya adalah umur manusia.

(31 maret 12)

**

Jika hari ini kita tak pandai tersenyum, maka kita tak akan memiliki matahari. Di langit, di hati.

(4 april 12)

**

Rindu yang kulumat sendiri menyisakan ampas yang menimbun akal sehatku.

(5 april 12)

**

Rindu serupa temali yang menghubungkan kenangan. Guntingnya adalah kenyataan.         

(5 april 12)

**

Jika hidupku dimudahkan, maka aku takkan dipertemukan denganmu…

(10 april 12)

**

Beri ruang dan waktu untuk ego, pekerjakan nurani sebagai pengawas yang tanpa kompromi.

(11 april 12)

**

Manusia semakin tak memiliki pengetahuan bagaimana cara mengibarkan bendera putih demi mengajak bumi berdamai tanpa pamrih.

(11 april 12)

**

Tanpa rasa sakit, tanpa musibah, bagaimana cinta dapat menemukan indah di ujung perjalanannya ?

(11 april 12)

**

Mari menerbangkan angan ke langit kepedihan, supaya realita kita terasa lebih membahagiakan.

(11 april 12)

**

Pagi yang ramah dimulai ketika senyummu terkembang mudah.

(12 april 12)

**

Kita takkan menjumpai yang kita cintai tanpa melewati pagi.

(12 april 12)

**

CINTA. yang mengetahui separoh, atau masih mencari-cari tahu, akan banyak bertanya, banyak bicara. Yang memahami sepenuhnya justru memilih diam.

(14 april 12)

**

CINTA. Jika telah mewujud cahaya dalam dadamu, maka kamu, dia, atau aku bukan lagi siapapun, apapun.

(14 april 12)

**

CINTA adalah jalan sekaligus tujuan. Titik sekaligus koma. Nafas sekaligus maut.                      

(14 april 12)

**

CINTA adalah buah sekaligus benih. Sirami jiwanya, nikmati geliatnya.

(14 april 12)

**

Seni mengalah yang paling manis adalah mengalah karena cinta.

(14 april 12)

**

Malam adalah perayaan, pagi adalah perjuangan.

(15 april 12)

**

Pagi masih setia membungkus keraguan dengan harapan. Selipkanlah pita kebaikan supaya kelak menjadi hadiah kehidupan yang menyenangkan.

(15 april 12)

**

Kerumitan diawali dari rindu yang saling mencari tapi tak jua bertemu.

(15 april 12)

**

Pagi tak harus melulu dibanjiri senyuman. Air mata pun dapat menjadi tabungan untuk senang di masa depan.

(15 april 12)

**

Aku bertanya pada nuranimu, bukan kehendakmu : “Bagaimana rasanya dicintai dengan sempurna ?”

(15 april 12)

**

Mari merayakan kegelisahan demi mempersiapkan kebahagiaan. Bukankah ini tentang tujuan ?

(15 april 12)

**

Mari mereguk kegelisahan demi merayakan pengetahuan. Bukankah hidup tak cukup sekedar masalah kesenangan ?

(15 april 12)

**

Manusia adalah murid yang rewel, Tuhan adalah guru yang killer. Soal ujian selalu lebih sulit daripada apa yg telah kita hapal dan pelajari.

(15 april 12)

**

Bukan waktu — tapi hati yang mengatakan siapa yang paling mencintai.

(17 april 12)

**

Bumi ini hanya pantas dihuni oleh para pejuang, bukan pecundang.

(17 april 12)

**

Tentang fajar, ia lah yang membiarkan harapan terus memancar.

(19 april 12)

**

Cinta, adalah pelita dalam gelap tanpa cahaya

(19 april 12)

**

Cinta, adalah pijar yang bersinar dalam semestamu, dalam hatimu.

(19 april 12)

**

Cinta, adalah pelepas dahaga bagi mereka yang berpuasa.

(19 april 12)

**

Cinta yang bersemi di waktu pagi, akan berbunga di saat senja.

(21 april 12)

**

Kusepuh kesabaranku sesekali. Cinta harus bersinar supaya engkau mengetahui arah yang benar menuju hatiku yang senantiasa terbakar.

(21 april 12)

**

Bumi mengandung banyak sejarah. Ada yang terlahir membawa senyuman, namun tak jarang pula yang terlahir dengan tangisan.

(22 april 12)

**

Tidakkah kau mampu merasakan ciuman yang kukirim melalui kerjapan hatimu ?             

(22 april 12)

**

Secerah warna-warni pelangi, demikianlah kucerahkan keyakinanku atas pertemuan (hati) kita.

(22 april 12)

**

Buku adalah bukti bahwa manusia terlampau banyak bicara. Apa yang tak (lagi) sanggup terucap lidah tertampung dalam tulisan.

(23 april 12)

**

Aku bertambah mencintaimu saat pagi mencintai bumi.

(24 april 12)

**

Pertemuan kita adalah takdir yang baik; maka jangan nodai dengan cara berpisah yang buruk.

(24 april 12)

**

Satu-satunya yang manis dari perpisahan adalah hadirnya kerinduan…

(24 april 12)

**

Wahai kekasih.. rinduku menembus gerimis, melebihi tangis…

(24 april 12)

**

Cinta menguatkan asa, keyakinan menguatkan harapan.

(26 april 12)

**

Tentang pagi, ia pun mampu melahirkan cinta dari ampas duka.

(26 april 12)

**

Sandarkan sejenak harapan pada kepasrahan… Ingatlah, bahwa semesta (pun) menyediakan penghiburan…

(26 april 12)

**

Wahai cinta.. suatu saat kau akan ketahui bahwa jawab terlahir lebih dahulu daripada ribuan tanya.

(27 april 12)

**

Wahai cinta.. suatu saat kau akan temukan tambatan sejati yang bukan lagi raga; melainkan cahaya..

(27 april 12)

**

Sore menjelang, sebuah angan memaksa datang. Tentang sosok wajah yang sangat kusayang, namun senantiasa membuatku gamang. 

(28 april 12)

**

Kelebatmu adalah hantu, pengaruhmu adalah candu. Bagi jiwaku, bagi hatiku.

(28 april 12)

**

Tentang kekasih, kadang ia suka pergi tanpa merasa risih. Mengapa pula kita harus bersedih?

(28 april 12)

**

Tentang malam minggu, ia hanya melulu berisi rindu; jika bukan pilu.

(28 april 12)

**

Tentang malam minggu, kerapkali mengisahkan temu, meski banyak pula yang terduduk lesu.

(28 april 12)

**

Tentang keresahan, apakah ia hadir karena mendamba pertemuan ?

(28 april 12)

**

Tentang hujan, ia dapat menimbun genangan. Tentang kenangan, ia dapat mengalirkan linangan.

(28 april 12)

**

Pijar kekuatan bermula dari keyakinan.

(30 april 12)

**

Wahai kunang-kunang, jangan kau merajuk pada malam saat ia bertukar peran dengan siang.. Hidup hanyalah soal giliran.

(30 april 12)

**

Fajar adalah hadiah bagi mereka yang berhenti mengejar…

(2 mei 12)

**

Fajar adalah hadiah bagi mereka yang telah (rela) bersabar…

(2 mei 12)

**

Guru sejati manusia adalah nuraninya sendiri. Yakni guru yg memberimu kebebasan utk kau abaikan atau kau dengarkan.

(2 mei 12)

**

Wahai cinta, tuangkan madumu sedikit saja pada jiwa yang buta sebelum senja berganti gulita…

(2 mei 12)

**

Wahai bintang, siapkan terang yang gemilang supaya jiwa yang tersedu-sedan mengecap rasa senang…

(2 mei 12)

**

Wahai senja, usaplah duka dengan bahagia yang sederhana…

(2 mei 12)

**

Suatu saat, kala kehidupan menjelang batas tamat, hanya cinta yang menjadi penyelamat.. 

(2 mei 12)

**

Selama bumi masih terasa berputar, hati selalu punya cara untuk bertahan tegar…                 

(2 mei 12)

**

Selama rindu masih membelenggu, jiwa senantiasa memilih buta…

(2 mei 12)

**

Wahai kata hati, tunjukkan kompromi sekali-kali..

(2 mei 12)

**

Wahai kehendak, janganlah melulu teriak.. bumi ini tak ingin segera rusak…

(2 mei 12)

**

Wahai senja yang teduh, luruhkanlah keluh dengan pesonamu yang menyentuh..        

(2 mei 12)

**

Redupkan kegelisahan, besarkan harapan…

(2 mei 12)

**

Tanpa imajinasi, betapa hidup ini sungguh sepi..

(2 mei 12)

**

Ukuran kebajikan sudah ditentukan. hati yang menunjukkan jalan. namun ego acapkali menghadang, membuat banyak alasan.

(3 mei 12)

**

Selain keajaiban, semesta pun memiliki belas kasihan atas perjuangan. Jangan dulu tersedu-sedan!

(3 mei 12)

**

Kenangan; ada yang mencoba dibungkam, ada pula yang senantiasa dibesar-besarkan.                

(3 mei 12)

**

Kidung cinta mengusap lara, menautkan asa yang sedikit tersisa…

(3 mei 12)

**

Gerimis mengundang tangis, meratapi cinta yang nyaris habis…

(3 mei 12)

**

Antara lelah dan kalah, terdapat amarah yang melimpah.

(3 mei 12)

**

Cinta; kuasanya adalah rasa.

(5 mei 12)

**

Cinta; hadiah waktu atas kesabaran yang nyaris membatu.

(5 mei 12)

**

Tujuan sebuah percintaan adalah kebahagiaan.

(5 mei 12)

**

Proses sebuah percintaan adalah perjalanan.

(5 mei 12)

**

Riak percintaan adalah kehidupan.

(5 mei 12)

**

Bulan benderang membuai tawa yang tertahan. Pancaran sinarnya serupa kecupan.

(5 mei 12)

**

Purnama sedang mengabarkan cerita; bisa jadi tentang cinta, atau barangkali hanya sekedar unjuk pesona.

(6 mei 12)

**

Tentang bulan yang tertutup sedikit awan, ia tetap memancarkan keindahan meski menanggung cobaan.

(6 mei 12)

**

Tentang bulan yang bergurau dengan bintang, tawanya adalah cahaya yang berpendar, menghibur hati yang sedang memar.

(6 mei 12)

**

Sebenarnya hidup hanya berisi rangkaian jalan. apa yang perlu diperhatikan hanyalah sepatu yg kita pakai.

(9 mei 12)

**

Duhai Cinta, suatu hari saya tidak akan memberi. Karena diri saya sendiri adalah sebuah pemberian.

(9 mei 12)

**

Pertikaian, bagaimanapun, adalah termasuk pelajaran tentang perdamaian.

(10 mei 12)

**

Masa lalu seharusnya tak sekedar membuahkan kenangan, melainkan juga pelajaran.

(10 mei 12)

**

Kelak, Cinta, bukan kekuatan yang membuatku bertahan, melainkan kepasrahan.

(10 mei 12)

**

Temukan cinta dalam perjalanan, untuk kau bawa menuju tujuan.

(11 mei 12)

**

Kasih sayang adalah nyawa bagi kehidupan. perpecahan adalah pupuk bagi kematian. Tapi seringkali kita tak becus dalam memilih.

(11 mei 12)

**

Sebuah taman yang berseri-seri, sebuah sentuhan dengan embun pagi. inilah yang mampu bersaing dengan pelangi.

(13 mei 12)

**

Burung pipit bertengger cantik, bercuit-cuit mengisahkan kabar baik. Ini jauh lebih baik daripada sekedar musik.

(13 mei 12)

**

Kelopak mawar merekah segar. hinggaplah kupu-kupu tanpa merasa gusar. Inilah keindahan yg melebihi sebuah panggung besar.

(13 mei 12)

**

Minggu yang tenang basah oleh hujan. hati yang karam merasa tentram dengan kenangan.

(13 mei 12)

**

Rindu hanyalah sekedar kecapan kenangan tentang kecupan harian.

(13 mei 12)

**

Kadangkala kita memang perlu berganti peran, supaya hidup tak lekas membosankan.

(14 mei 12)

**

Wahai para pencinta yang telah lelah… jangan dulu merasa kalah kemudian menyerah. Perjuangan pasti akan berbuah.

(14 mei 12)

**

Panjangkan harapan, lebarkan kepasrahan. Semesta sedang menyiapkan kejutan.

(15 mei 12)

**

Sesungguhnya doa adalah sebuah penghiburan. Maka dekatilah taman-taman hiburan supaya hatimu terlapangkan.

(15 mei 12)

**

Mana jalan yang baik dan mana jalan yang tak baik terbentang dengan jelas. Kebingungan dan hilang tujuan adalah karena tersesat di tengahnya.

(15 mei 12)

**

Hitam dan putih telah sedemikian jelas. Terjebak dalam ruang abu-abu karena ego masih membelenggu.

(15 mei 12)

**

Jika memang harapanmu bersayap, langit atau pohon adalah pilihan setelah engkau mengenyangkan tubuhmu dengan energi.

(15 mei 12)

**

Sayangnya, kita seringkali terpukau oleh sayap-sayap harapan namun lalai bahwa tubuh sedang kelaparan. Sampai kapanpun, kau takkan pernah dapat terbang.

(15 mei 12)

**

Apa yang dapat didengar dari keramaian? kita enggan menyapa kesunyian, padahal ia lah yang menyuarakan lebih banyak kebenaran.

(15 mei 12)

**

Duhai pagi, ajarkan aku cara untuk menguatkan harapan di antara aral rintangan…

(16 mei 12)

**

Adakah yang lebih bermanfaat dari pelajaran tentang kekuatan ?

(16 mei 12)

**

Cintailah apa yang ada dalam nuranimu… kompromilah dengan apa yang ada dalam kehendakmu…

(16 mei 12)

**

Dalam keriangan yang besar, kepedihan yang setitik seringkali bersuara lebih nyaring.

(16 mei 12)

**

Luangkan sejenak untuk membaca diarimu pribadi, sejarahmu sendiri.. mari menyusuri kenangan untuk meniti jalan ke depan.

(16 mei 12)

**

Dunia makin remuk, dan kau takkan dapat melihat kebenaran hanya dengan indera kasat matamu. Hati yg perlu ditajamkan.

(16 mei 12)

**

Pencapaian tertinggi fase kehidupan adalah kesederhanaan. Sesederhana membedakan hitam dan putih tanpa berpikir dua kali.

(16 mei 12)

**

Seringkali ciuman merindukan pagi untuk mewujudkan mimpi, memulai hari.

(16 mei 12)

**

Ciuman adalah rindu yang korupsi.

(18 mei 12)

**

Bagaimana melindungi hati jika jiwamu enggan melepas hal yang seharusnya dihindari ?

(18 mei 12)

**

Carilah pelukan yang membebaskan, menentramkan… ia adalah milik cinta sejati. 

(18 mei 12)

**

Cerahkan harimu dengan menahan marah dan tersenyum ramah.

(18 mei 12)

**

Kita tak pernah mencintai orang yang salah selama kita mendapat pelajaran yang mampu memperbaiki hidup kita.

(18 mei 12)

**

Tuhan tak pernah menghadirkan orang yang salah dalam kehidupan kita. Semesta selalu menyimpan maksud baik untuk siapapun.

(18 mei 12)

**

Luka dan kegagalan bukanlah kekurangan, melainkan tempaan sebelum menerima lebih banyak kelebihan.

(18 mei 12)

**

Seringnya menelan luka dan kegagalan bisa jadi karena kita tak kunjung belajar banyak dari kesalahan. Ada yang salah dengan anggapan membiarkan.

(18 mei 12)

**

Ada dua macam manusia; mereka yang berperjalanan ke dalam dirinya terlebih dahulu, atau mereka yang berperjalanan keluar dirinya lebih dahulu.

(18 mei 12)

**

Dalam setiap perjalanan, kita pasti membutuhkan jalan. Namun seringkali kita lalai untuk memeriksa kondisi dan kekuatan jalan.

(18 mei 12)

**

Semesta terluas adalah semesta yang ada dalam dirimu sendiri…

(18 mei 12)

**

Kita kerap terlena dengan retorika, namun seringkali abai ketika benar-benar menghadapinya dalam realita.

(18 mei 12)

**

Sesungguhnya cobaan lah yang memiliki andil lebih banyak membesarkan kita. Maka jangan ratapi kedatangannya.

(18 mei 12)

**

Apakah kedamaian adalah kenyamanan untuk bersenang ? jangan salah kaprah dalam membedakan egomu atau nuranimu.

(18 mei 12)

**

Bukan lemah yang membungkamku, tapi cinta yang mendiamkanku…

(18 mei 12)

**

Kepada : cinta yang ingin segera ditemukan — panjangkanlah kesabaran dan keyakinan bahwa kebaikan akan berbuah lezat pada waktunya.

(18 mei 12)

**

Kepada: cinta yang membuahkan rindu — percayakan pada kekuatan getaran semesta hatimu yang mampu melibas jarak.

(18 mei 12)

**

Bagiku, merindumu adalah candu, tak peduli meski kau tak lagi beda dengan hantu…

(19 mei 12)

**

bagiku, bintang adalah roda menuuju kenangan, ranjang untuk mengimajinasikan masa depan…

(19 mei 12)

**

Mari mencumbu bintang dengan tatapan, meretaskan kekaguman dan membuang kekosongan…

(19 mei 12)

**

Karena hidup adalah ujian, janganlah kau terlampau terlena oleh kesenangan.

(21 mei 12)

**

Cara satu-satunya mencintai tanpa rasa sakit adalah melampaui rasa sakitnya terlebih dahulu.

(21 mei 12)

**

Cinta yang paling murni adalah cinta yang telah melampaui keputusasaan, namun berkeras untuk tetap bertahan.

(21 mei 12)

**

Adakalanya penyebab terbesar keraguan adalah seretan kuat kehendak yang berlawanan dengan tujuan nurani.

(21 mei 12)

**

Kita seringkali sibuk mencari-cari banyak cinta yang kita harapkan. Di sisi lain jarang menghitung berapa banyak cinta yang kita abaikan.

(21 mei 12)

**

Satu-satunya cara memulai hidup adalah dengan pertanyaan.

(21 mei 12)

**

Ada yang tersesat, ada yang menyesatkan diri. Demikianlah perjalanan hidup manusia.

(21 mei 12)

**

Tentang cinta, ia bukan lagi angan di pikiran, melainkan nafas yang menghidupkan badan.

(21 mei 12)

**

Sebab saya mencintai tidur adalah karena saya dibuat lupa untuk mengukur umur.

(22 mei 12)

**

Ada rindu yang diam dalam malam tanpa rembulan. satu saja pertanyaan; mengapa kamu tak juga paham?

(22 mei 12)

**

Malam menelan keramaian, menggugah kenangan yang bercerita silam; kamu, yang enggan dilupakan.

(22 mei 12)

**

Kelam tak pernah usai mencumbu perjalanan; cinta lah yang menghadirkan senyuman hingga sampai tujuan.

(24 mei 12)

**

Resah tanpa tahu arah hanya berbuah lelah, merasa kalah.

(25 mei 12)

**

Untuk sebuah rindu yang tak mau tahu, sampai kapan berhenti bertalu?

(25 mei 12)

**

Bagaimana cara mengeja cinta — karena membaca kedatangannya pun kita tak pernah bisa…

(25 mei 12)

**

Kalaupun saya gigih berusaha, ssungguhnya itu hanya untuk menggenapi kesempurnaan doa dan harapan.

(24 juni 12)

**

Bibir hanya mengejawantahkan ucapan hati — yg terus-menerus merapal harapan akan pertemuan.

(24 juni 12)

**

Kadangkala kita sulit mengerti bahwa semesta memiliki sebuah permainan trsendiri untuk manusia.

(24 juni 12)

**

Karena sesungguhnya yang memperpanjang harapan adalah imajinasi tentang pertemuan…

(24 juni 12)

**

Seandainya kita bertemu, engkau hrs tahu bahwa kejadian itu bukan semata keajaiban, melainkan adalah perjuangan. Buah perjuangan doa…

(24 juni 12)

**

Perpisahan adalah yang membuat pertemuan tetap abadi.

(25 juni 12)

**

Perpisahan adalah yang mengajari kita menghargai kenangan.

(25 juni 12)

**

Perpisahan adalah yang memperkenalkan kita pada sakitnya sisi kasih sayang.

(25 juni 12)

**

Engkau adalah gunung yang meninggi, sedang aku adalah pemanjat yang tak henti.

(25 juni 12)

**

Jika tak kau bebaskan dirimu dari pelukan lelah, bagaimana mimpi dapat mengusap lembut kerinduanmu?

(25 juni 12)

**

Sebenarnya setiap jalan rumit yang kau ambil hanya akan memperpanjang masalahmu, meriuhkan hidupmu.

(26 juni 12)

**

Kegelisahan berasal hati, melahirkan banyak pertanyaan. Pilihan kita hanyalah apakah membiarkan ego yang mnjawab ataukah nurani dan akal sehat.

(26 juni 12)

**

Sebagian menyamarkan kegelisahan melalui hiburan dunia; sebagian menyembuhkan kegelisahan dengan menyelam ke dalam dirinya.

(26 juni 12)

**

Senja merapatkan kerinduanku pada angan-angan, sementara engkau melebarkan jarak…

(26 juni 12)

**

Engkau boleh mengabaikanku, namun semesta senantiasa peduli pada harapanku… kita hanya pejalan yang tak mampu menciptakan jalan…

(26 juni 12)

**

Jalan yang baik tak pernah mudah, namun ia pasti memiliki masa depan yang indah…

(27 juni 12)

**

Jangan melihat apa yang diberikan pada kita.. tapi lihatlah siapa yang memberi.. materi hanya akan berakhir menjadi abu. Cinta lah yang abadi.

(27 juni 12)

**

Layaknya emas, cinta sejati pun perlu ditempa berkali-kali. Ujilah dengan beragam pukulan. Dia yang bertahan adalah yg patut dipertahankan.

(27 juni 12)

**

Ada rindu yang tak pernah tidur; bertahan dengan mata lelah, bermanja dengan hati yang resah.

(1 juli 12)

**

Rindu masih membentang, masih terkenang, masih terus bertahan…

(1 juli 12)

**

Harapanmu semu. Harapanmu semu. Harapanmu semu jika tak menyertakanku dalam perjalanan menuju tujuan(mu). 

(2 juli 12)

**

Aku senang mengumbar kerinduan dalam senyap malam; menjaga kesetiaan hingga melebihi batas tepian.

(2 juli 12)

**

Semenjak aku adalah seorang petualang sejati, aku senang mencintai kamu. Mencintai segala misterimu yang takkan pernah dapat kucari jawabnya.

(2 juli 12)

**

Tajamkan hatimu; maka kau akan tahu bahwa tiap huruf disini sarat kerinduan yang hanya untukmu.

(2 juli 12)

 **

Mencintailah dengan baik; supaya engkau punya sejarah dan kenangan yang baik, yang suatu saat dapat membuatmu bangga dan membusungkan dada.

(2 juli 12)

 **

Mencintai dengan baik adalah mencintai dengan bersungguh-sungguh; meniadakan harapan, menghapus segala keputusasaan.

(2 juli 12)

 **

Terbanglah angan-angan yang telah kehilangan sayapnya. Hinggaplah di bahunya, yang memiliki kaki untuk segera menuju ke arah hatimu.

(2 juli 12)

 **

Apa yang lebih menghangatkan malam selain selimut kerinduan ?

(2 juli 12)

 **

Apa yang lebih menghangatkan kerinduan selain doa tanpa ucapan, tanpa imbalan ?

(2 juli 12)

 **

Bahkan sebuah pertemuan adalah awal dari pencarian. Kita senantiasa mencoba menemu diri sendiri pada sisi yang berlawanan.

(2 juli 12)

 **

Sementara jemariku hanya dapat mnyentuh batas tertinggi kesabaran, tangan-tangan yang lain pasti akan dapat menyentuh hatimu. Mataku tertumbuk pada waktu.

(2 juli 12)

 **

Hiduplah denganku. Bukan masa depan yang kutawarkan, melainkan kekuatan hatiku terhadap badai yang kau sebabkan.

(2 juli 12)

 **

Hiduplah denganku. Bukan tawa yang kupersembahkan, melainkan tangis yang akan menjadi akar terkuat sebuah pohon tawa pada suatu saat nanti.

(2 juli 12)

 **

Kepada rindu yang bangun kesiangan, ada setangkup roti cokelat madu dan secangkir susu penuh cinta yang kutinggalkan di meja samping ranjangmu.

(4 juli 12)

 **

Kau gila pada sentuhan, pada kerinduan. Namun cintaku tak dapat menyentuhmu, tak pula memuaskan kerinduanmu.

(4 juli 12)

 **

Jika rinduku tak pernah bergaung di telingamu, kupastikan akan bertalu-talu di hatimu. Di bawah alam sadarmu.

(4 juli 12)

 **

Hiduplah denganku! Aku punya matahari dalam genggaman yang akan senantiasa menghangatkan semangat kita dalam menempuh perjalanan!

(4 juli 12)

 **

Hiduplah denganku! Aku punya masa depan melalui pekerjaan yang senantiasa menghasilkan kerinduan dan kasih sayang!

(4 juli 12)

**

Hiduplah denganku! Aku punya seluruh pengabdian yang takkan menghabiskan seluruh pengeluaranmu!

(4 juli 12)

 **

Bukan siang atau malam yang membuat galau berkelanjutan. Tapi linimasa yang menunjukkan tanda-tanda kehadiran.

(4 juli 12)

 **

Panjangkan kesabaran, luaskan ketabahan, segerakan keajaiban.

(4 juli 12)

 **

Tuhan memberikan hikmah dan makna dalam setiap pertemuan. Pilihan kita hanyalah memperbanyak dosa atau menambahkan kebaikan melaluinya.

(4 juli 12)

 **

Apakah kau juga melihat bulan yang berpendar disana? Ia adalah jelmaan kerinduan yang berasal dari kejauhan…

(4 juli 12)

 **

Tahukah kau mengapa bulan selalu sendirian? Supaya ia senantiasa setia untuk merindukan sebuah pelukan…

(4 juli 12)

 **

Di suatu malam di tengah perkotaan, saat mata kita bersama-sama menatap rembulan, saat itulah tersembul satu harapan tentang sebuah kemungkinan.

(4 juli 12)

 **

Coba kau ingat-ingat; pernahkah kita bicara tentang rembulan? barangkali ia tersisip di antara kisah-kisah kerinduan yang kita pendam.

(4 juli 12)

 **

Jika kukirimkan salam kerinduan melalui sang rembulan, maukah kau menitipkan kecupan sebagai balasan ?

(4 juli 12)

 **

Terbersit pertanyaan yg menjadi misteri tak berkesudahan; akankah bulan berteman dengan bintang — jika mereka memiliki kerinduan untuk satu orang ?

(4 juli 12)

 **

Pernahkah bulan mengecup keningmu & berbisik lembut di telingamu, ‘Untuk siapakah sesungguhnya cinta yang kau agungkan dalam pencarianmu’ ?

(4 juli 12)

 **

Tahap syukur yang sedikit lebih tinggi adalah membalas segala keberuntungan yang kita terima dengan kebaikan.

(5 juli 12)

 **

Selayaknya, hidup memang pantas dinikmati. Biarlah mengalir. Namun ingat, dunia ini pun adalah sekolah kehidupan. Kita harus berusaha naik kelas.

(5 juli 12)

 **

Bukalah jendela, biarkan kesegaran pagi dan hangatnya mentari menerpamu. Jendela kamarmu, jendela hatimu.

(6 juli 12)

 **

Pagi masih menyisakan cinta untuk mereka yang bertahan dalam doa…

(6 juli 12)

 **

Apa kabar yg nyaris putus asa dengan harapannya? Semoga pagi menguatkan hati, membebaskan diri dari segala prasangka tak terpuji.

(6 juli 12)

 **

Suatu saat, semoga semesta menjadikanku sebagai satu-satunya yang kau temukan saat sudah tak kau temukan apapun dimanapun…

(6 juli 12)

 **

Seandainya aku adalah kebaikan, dan dia adalah kepuasan, mana yang hendak kau jadikan pilihan ?

(6 juli 12)

 **

Seandainya aku adalah keburukan, dan dia adalah kesementaraan, mana yang hendak kau jadikan pilihan ?

(6 juli 12)

 **

Seandainya aku bukanlah siapa-siapa, sedangkan dia bukanlah apa-apa, mana yang hendak kau jadikan sebagai pelipur lara ?

(6 juli 12)

 **

Bicaralah… sebelum kata menjadi barang mewah…

(6 juli 12)

 **

Sapalah mereka yang tak mau menyapa. Jika bibirnya tak berucap sepatah kata, hatinya lah yang berujar banyak cerita…

(6 juli 12)

 **

Sebagian bersenang di antara tawa; sebagiannya lagi berenang melawan duka. Itulah kehidupan.

(6 juli 12)

 **

Raga menanti fajar; jiwa menghidupkan lentera — saat hati membentangkan harapan yang kehilangan kenyataan dan perkiraan.

(9 juli 12)

 **

Habisilah perjuangan hingga tak bersisa; kelak, jiwa berupa cahaya itu berpijar dalam kekosongan…

(9 juli 12)

**

Kesenyapan menjadi abadi kala keriuhan yang membara menjelma menjadi kehendak yang membabi buta…

(9 juli 12)

 **

Setubuhilah bumi saat asamu telah nyaris menggapai langit keabadian.

(9 juli 12)

 **

Satu-satunya bencana bagi manusia adalah ketika hatinya bertukar peran dengan nafsunya…

(9 juli 12)

 **

Kadangkala memang ada yang punya ketegaan membiarkan raganya diam terpaku sementara mata & hatinya melihat hati lain yang telah biru lebam..

(9 juli 12)

**

Kuatkan yang tertatih-tatih…

(9 juli 12)

 **

Jika terburu-buru hendak menguatkan hati, pakailah pertolongan imajinasimu…

(9 juli 12)

 **

Waktu hanya sekedar memberi kita kesempatan untuk mengeja rasa. Kesadaran memberi kita kesempatan untuk menjadi dewasa.

(9 juli 12)

**

Untuk apa menata hati jika ia punya kaki-kaki sendiri utk menentukan kemana harus diletakkan? Kita hanya mampu mmbebaskan atau menahannya…

(9 juli 12)

**

Kita senantiasa menghiba pada kesabaran — namun di saat bersamaan mengumbar lidah untuk terus berkeluh kesah.

(9 juli 12)

 **

Kuuji cintaku dengan membiarkanmu mencintai apapun yang kau mau.

(9 juli 12)

 **

Kuatkan rinduku, wahai semesta, — jika dengannya aku beroleh nafas kehidupan…

(9 juli 12)

 **

Untuk cinta yang menanti di ujung cerita, rayulah waktu supaya tak terlalu lama membentangkan jeda…

(9 juli 12)

 **

Tentang pertemuan, ia tak sekedar menyelesaikan kerinduan. tapi juga menciptakan kedamaian.

(9 juli 12)

 **

Adakah yang menjauhkan diri dari pertemuan? mungkin dirinya berpikir bahwa semesta butuh keseimbangan melalui jalan peperangan…

(9 juli 12)

**

Mereka berterima kasih pada tawa; padahal air mata lah yang berjasa memberikan kekuatan.

(9 juli 12)

 **

Mereka mensyukuri kenikmatan; padahal kesengsaraan lah yang banyak memberi mereka pelajaran dan pengalaman.

(9 juli 12)

 **

Mereka merayakan kesenangan; padahal kesedihan lah yang mengantarkan kesuksesan.

(9 juli 12)

 **

Bahkan kita, menuliskan kalimat yang sama meski pada tempat yang berbeda… Itulah indahnya misteri semesta…

(11 juli 12)

 **

Engkau bukan lagi pilihan; melainkan keputusan.

(11 juli 12)

 **

Engkau bukan lagi sekedar keajaiban; melainkan juga perjuangan.

(11 juli 12)

 **

Apa yang kau ketahui tentang rasa sementara ada sisi-sisinya yang kau biarkan buta ?

(11 juli 12)

 **

Hidup bukan untuk perjalanan — melainkan untuk tujuan. Perjalanan hanyalah proses yang adalah kepastian.

(11 juli 12)

 **

Jika hidup hanya sekedar mendewakan perjalanan, kita hanya memerlukan sensasi maupun kesenangan — buta pada mana yang benar atau salah.

(11 juli 12)

 **

Jangan kau biarkan jalan yg menuntunmu; melainkan hati, yg mnentukan kemana kaki hendak melangkah. Jalan punya banyak cabang, banyak godaan.

(11 juli 12)

 **

Akankah keyakinan dapat menjatuhkan bintang? Siapakah yang (sudah) berani membuktikan?

(11 juli 12)

 **

Aku akan tenang selama kau bersenang-senang, karena aku memiliki kesabaran segudang.

(11 juli 12)

 **

Kau gosok cintaku dengan berbagai ujian darimu. Kalaupun nanti hingga berpijar, maka hanya akan menyinari dirimu.

(11 juli 12)

 **

Sudahkah engkau memberi makan kebijaksanaanmu?

(11 juli 12)

 **

Jejak kenanganmu adalah denting syahdu dalam sepi yang pilu.

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu pada senja yang ke-seribu, atau senja-senja yang lebih dari itu…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu pada hari yang telah lalu dan hari kemudian yang tak pernah kutahu…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu sejak engkau mengabaikanku hingga engkau menyadariku…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu hingga kata terbungkam gagu…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu hingga hanyalah itu yang kutahu…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu hingga kamu…. menjadi kamu… adalah kamu…

(11 juli 12)

 **

Aku cinta padamu sejak aku melupakan aku, meniadakan aku…

(11 juli 12)

 **

Kubersyukur atas senja yang tak pernah takabur…

(11 juli 12)

 **

Jika kau berani mengandalkan rindu, sesungguhnya persoalannya hanya sekedar masalah waktu…

(11 juli 12)

 **

Tebanglah kepedihan dengan kapak kegembiraan. Kau masih akan temukan serpihan pilu yang membiru…

(11 juli 12)

 **

Simpan dulu kerlinganmu sampai kutemukan keberanian menatap matamu, menata hatiku…

(11 juli 12)

 **

Pada akhirnya, keyakinan lah yang melebihi kebaikan…

(11 juli 12)

 **

Biasakanlah dirimu untuk berusaha, karena kita memang dititahkan untuk berusaha…

(11 juli 12)

 **

Jangan kau pandang sebelah mata mereka yang memiliki keyakinan. Ia dapat meluluhlantakkan kecerdikanmu hanya dengan menggunakan hatinya.

(11 juli 12)

 **

Di akhir cerita, kita perlu mengenang luka supaya tawa semakin bermakna…

(11 juli 12)

 **

Ada kesah yang makin terasah. Namun cinta tak pernah sanggup menjadikannya amarah.

(12 juli 12)

 **

Ada tawa yang merupakan bunga cinta. Kita hanya tak pernah tahu seberapa lama ia akan menjelma duka…

(12 juli 12)

 **

Simpan baik-baik rundu dalam laci kalbu. Karena kini kita hanya perlu berjalan bertelekan keyakinan.

(12 juli 12)

 **

Tiap kali kau menggunakan torehan-torehan dariku smentara di saat yg sama kau membunuh bayanganku, aku bingung kemana syahdu harus kualirkan…

(12 juli 12)

 **

Aku mengangankan sebuah suara yg bergaung-gaung dalam dirimu, dalam hatimu; ‘siapa yang paling mengerti dirimu?’

(12 juli 12)

 **

Aku mengangankan sebuah suara yang bergaung-gaung dalam dirimu, dalam hatimu, ‘mengapa harus kau lukai?’

(12 juli 12)

 **

Ternyata cinta memang harus memberi; memberi apa yang sesungguhnya tak lagi sanggup kau beri…

(12 juli 12)

 **

Setiap pagi, sinar mentari berbaik hati menghangatkan harapan-harapan yang tersimpan rapi.

(13 juli 12)

 **

Pada semesta yang benderang, seharusnya cinta tak lagi terhalang…

(13 juli 12)

 **

Bahkan cinta pun harus melewati pagi untuk menggenapi perjuangannya…

(13 juli 12)

 **

Jika malam tak lagi perlu memanggil rembulan, untuk apa cinta terus dipertanyakan?

(13 juli 12)

 **

Jika pelukan memang hanya sebatas angan, tak mengapa jika malam semakin diperpanjang…

(13 juli 12)

 **

Pada sebuah kecupan, jika bukan membesarkan harapan, maka adalah tanda perpisahan…

(13 juli 12)

 **

Andai waktu dapat melipat rindu, sudah lama kau berada dalam dekapku…

(13 juli 12)

 **

Kita sama-sama menginginkan bahagia. Harapanku, semoga semesta tak menyajikan jalan yang berbeda.

(13 juli 12)

 **

Kita sama-sama menatap hujan dari balik kaca sebuah kedai di sudut gedung perbelanjaan. Apakah kau sebut ini (juga) sebuah kenangan?

(13 juli 12)

**

Di sebuah kedai remang yang tak sengaja kita temukan, engkau mencipta banyak kenangan yang tak lagi bersamaku seorang…

(13 juli 12)

 **

Benarkah kita hanya punya cerita? kemanakah kau tanggalkan rasa?

(13 juli 12)

 **

Aku mencintaimu dengan kerumitan dan kesederhanaan tertinggi…

(14 juli 12)

 **

Kusambut rasa cintaku dengan bahagia seperti halnya mawar yang menyambut duri pada tubuhnya.

(14 juli 12)

 **

Aku hanya ingin mencintaimu dengan hebat… dengan cara dan keteguhan yang paling hebat…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah tumbal dari sisi tergelap dirimu yang kau sembunyikan…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah wujud kerinduanmu yang sedang kau tenggelamkan…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah wujud cinta sejati yang barangkali (masih) kau anggap imajinasi…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah wujud perjuangan yang diam-diam kau takutkan…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah noktah hitam atau putih yang kau pasrahkan pada waktu…

(14 juli 12)

 **

Dan barangkali aku adalah panas yang menguapkan hujan yang kau rindukan…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah hidup dari mati yang kau nikmati…

(14 juli 12)

**

Dan barangkali aku adalah pagi bagi malammu yang melenakan…

(14 juli 12)

 **

Dan barangkali aku adalah malam bagi senjamu yang kau dambakan…

(14 juli 12)

 **

Dan barangkali aku adalah bumi bagi langitmu yang meneduhkan…

(14 juli 12)

 **

Aku adalah kegilaan bagi kewarasan yang kau muliakan…

(14 juli 12)

 **

Dan barangkali aku adalah jelaga dari asap dupa yang kau hirup tanpa jeda…

(14 juli 12)

 **

bukan jemari yang menuliskan, tapi hati yang menyuarakan lirik-lirik cinta yang memabukkan… jiwaku hanyalah pendendang tanpa iringan…

(14 juli 12)

 **

Pandanglah aku dengan mata hatimu. Singkaplah aku dari cadar keremanganku. Temukanlah diriku.

(14 juli 12)

 **

Jika cinta adalah perayaan, maka engkau adalah sebatang lilin yang menerangi setiap hidangan yang disajikan…

(14 juli 12)

 **

Berdermalah pada semesta ketika engkau merasa kelebihan beban kehidupan…. berbagi dapat meringankan hati…

(14 juli 12)

 

Jemari kita tak pernah saling menggenggam; tapi sesungguhnya hati kita telah terikat erat oleh temali yang tak pernah mata kita akui…

(14 juli 12)

 **

Apa yang kita pelajari dari kehidupan yang sekedar menawarkan kesenangan dan kecanggihan? hanya membuat hati kita rabun jati diri manusia.

(14 juli 12)

 **

Kita mengumbar air mata untuk penderitaan. Namun begitu pelit untuk cinta yang tanpa harapan sekaligus tanpa celaan.

(14 juli 12)

 **

Jika malam berlalu tanpa kehadiran, bulan telah siap memberi kecupan melalui sosok bayangan di pikiran…

(14 juli 12)

 **

Jika cinta telah membungkam kata, maka ia akan mewujud cahaya hingga di tempat paling gulita…

(14 juli 12)

 **

Istirahatlah, Sayang… Baringkan ragamu supaya mimpimu lekas berkelana menjumpaiku, mengecup keningku…

(14 juli 12)

 **

Baringkanlah ragamu, Sayang… supaya imajimu dapat belajar menggenggam jemari cintaku untuk kau bawa pulang ke rumah hatimu…

(14 juli 12)

 **

Pejamkanlah matamu, Sayang… supaya silau dunia tak lagi menghalau bayanganku yang sempat terserak di hadapanmu…

(14 juli 12)

 **

Untuk seseorang yang adalah muara kerinduan, jangan kau biarkan perahu cintaku terseret arus yang menjauh dari mata airmu….

(15 juli 12)

 **

Jika cinta tak pernah kau sebut gulita, mengapa banyak yang menjadi buta ?

(15 juli 12)

 **

Jika cinta membuat gila, mengapa seringkali melahirkan sosok-sosok perkasa ?

(15 juli 12)

 **

Duhai malam, ajarkan aku meredam kerinduan dengan cara yang lebih elegan…

(15 juli 12)

 **

Pada sebuah cinta, akhirnya ia melulu melahirkan doa…

(15 juli 12)

 **

Bahkan pilihan kata yang kau lontarkan acapkali menjadi cermin yang memantulkan tingkatan fase kehidupanmu, sobat…

(15 juli 12)

 **

Ingin rasanya aku menyusup diam-diam ke dalam tanganmu, ke dalam kakimu, di antara bahumu, supaya senantiasa dapat mngiringimu tanpa perlu kau tahu..

(15 juli 12)

 **

Kita hanya butiran pasir bagi semesta, yang senantiasa rindu basah oleh lautan cinta.

(15 juli 12)

 **

Masa kau lupa, bahwa kita selalu menuangkan kehangatan dalam kebersamaan ?

(15 juli 12)

 **

Yang selalu kuherankan, betapa betah kau mengecap pahit, ampas dari bentang jarak di antara kita…

(15 juli 12)

 **

Mataku menyelami hatimu, katamu menyelimuti jiwaku. Sesungguhnya kita adalah dua yg saling membutuhkan kenyamanan dari satu sama lain. Akuilah..

(15 juli 12)

 **

Aku tak lagi perlu makna untuk meresapi kehidupan dalam dirimu. Satu huruf saja yang terlontar dari bibirmu adalah lebih dari cukup bagiku…

(15 juli 12)

 **

Kini kita hanya tertegun satu sama lain; membiarkan kata-kata bisu berenang dalam lautan keraguan yang terbentang di antara kita…

(15 juli 12)

 **

Suatu saat nanti, waktu dan keyakinan akan bersekutu mempertemukan kita; hati kita.

(15 juli 12)

 **

Suatu saat, kita tak lagi sibuk merangkai bait cinta – karena semesta lah yang akan merangkai sulur-sulur cinta di hati kita menjadi bait kehidupan.

(15 juli 12)

 **

Sungguh, mencintaimu membuatku telah menghabisi ambisi-ambisi dari setiap sisi kehidupanku…

(15 juli 12)

 **

Barangkali namamu digaungkan oleh hati-hati yang menyimpan bayanganmu. Aku hanya ingin tahu, siapakah yang gema-nya paling nyaring?

(15 juli 12)

 **

Barangkali sosokmu dirindukan oleh jiwa-jiwa yang sedang terdiam. Aku hanya ingin tahu, jiwa manakah yg paling mencandu tanpa jeda waktu?

(15 juli 12)

 **

Barangkali bnyak sosok-sosok yang berlomba mempersembahkan yang terbaik untukmu. Aku hanya ingin tahu, sosok manakah yang bersedia menjadi martir untukmu?

(15 juli 12)

 **

Pejamkan matamu. Beri aku kesempatan sekali saja mewujud bayangan yang bermain-main di pelupuk matamu.

(15 juli 12)

 **

Telanjanglah di depan tubuhku. Cacatkan dirimu di hadapanku. Lihatlah, apa aku mendekati atau menjauhimu, atau tetap berdiam menggenggam obor cinta.

(15 juli 12)

 **

Aku tak punya tangan jika kau butuh sentuhan; tak punya lengan jika kau butuh rengkuhan. Namun hatiku mampu melingkupi semesta kedamaianmu.

(17 juli 12)

**

Ada yang mau menelan hanya karena rasa, padahal tak ada gizi disana…

(17 juli 12)

 **

Kesibukan mengalihkan pikiranku darimu; tapi tak pernah menyingkirkanmu.

(17 juli 12)

 **

Pilihan kita hanya ada dua; lambat belajar atau bergiat belajar. Semua adalah keputusanmu.

(17 juli 12)

 **

Rindu kepadamu barangkali serupa membungkus diriku dengan styrofoam. mematikan pelan-pelan…

(17 juli 12)

 **

Turunkan tirai cintamu; supaya tak kutatap silau matahari yang angkuh padaku.

(17 juli 12)

 **

Jika kepakan sayapku harus terhenti karena pesona senja, setidaknya tersenyumlah bersamaku, supaya tak lagi ada airmata.

(17 juli 12)

 **

Jika engkau bahagia menjadi bagian dari genggaman tanganku, merasuklah ke dalam diriku, ke dalam hatiku, melalui pengertian…

(17 juli 12)

 **

Kita hanyalah anak manusia yang senantiasa mendambakan cinta — sekaligus mengecap pesona senja tanpa merasa punya…

(17 juli 12)

 **

Kamu, luruhlah dalam debu — karena aku memilih terkubur oleh serpihanmu…

(17 juli 12)

 **

Cinta, buatlah ia bertanya; mengapa tak kunjung sederhana?

(17 juli 12)

 **

Saat senja, kita kerap bercengkrama tentang hal-hal yang sesungguhnya tak perlu. Tidakkah kau rindu?

(17 juli 12)

 **

Sungguh, aku ingin melenyapkan segala keluhan sepanjang engkau setia berdiam dalam ingatan…

(17 juli 12)

 **

Kubisikkan pada Tuhan tentang kebahagiaanmu yang memeras linangan airmataku…

(17 juli 12)

 **

Ketika cinta sudah bertahta, perlukah kita mengajukan tanya?

(17 juli 12)

 **

Aku bersyukur atas kehadiranmu, rasa sakit dan bahagia yang mengiringimu…

(17 juli 12)

 **

Ada Tuhan yang bersemayam dalam dirimu; dan aku mengingatmu, aku mengingat-Nya.

(19 juli 12)

 **

Sesaplah kopi terakhirmu; aku berharap menjadi ampas yang dapat melihat raut wajahmu…

(19 juli 12)

**

Adakah cinta membuat hatimu gembira? kalau begitu, bagilah pada mereka yang sengsara supaya cinta tak lagi fana…

(19 juli 12)

 **

Kupertahankan cinta masa depan, supaya kamu tahu siapa yang memiliki kesungguhan…

(19 juli 12)

 **

Jika cinta, aku akan membiarkan kebahagiaan datang di akhir cerita…

(19 juli 12)

 **

Kepada sebuah cinta, kupersembahkan kebebasan tanpa tepian…

(19 juli 12)

 **

Pada pekat malam, kuluruhkan asa yang menangis diam-diam…

(19 juli 12)

**

Pagi yang terang, jiwa yang tenang, manusia yang saling berbaikan…

(19 juli 12)

 

Cinta yang baik, sampai tepat pada tujuan…

(19 juli 12)

 **

Pertemukan kami saat telah berada dalam kesadaran, saat sama-sama menuju tujuan yang terang…

(19 juli 12)

 **

Dengarlah, rindu… dengarlah senandung syahdu angin senja yang mempersembahkan sebuah lagu cinta untukmu disana…

(19 juli 12)

 **

Membicarakan perbedaan (pun) indikasi dari kepedulian.

(19 juli 12)

 **

Kurangkum senyum setiap hari; ketika yang tercecer setiap menit adalah kepedihan.

(19 juli 12)

 **

Kini aku hanya menguntai tiap-tiap butiran air mata. Kelak akan menjadi perhiasan melebihi berlian yang memperindah dirimu.

(19 juli 12)

 **

Andai jiwaku karam, suatu saat kau akan temukan bahwa cinta dalam diriku adalah harta karun yang memperkaya hatimu…

(19 juli 12)

 **

Jika hidupku dimudahkan, maka aku takkan dipertemukan denganmu..

(19 juli 12)

 **

Wahai Cinta.. suatu saat kau akan temukan tambatan sejati yang bukan lagi raga; melainkan cahaya..

(19 juli 12)

 **

Kidung cinta mengusap lara, menautkan asa yang sedikit tersisa… mimpiku hanyalah kamu semata…

(19 juli 12)

 

Aku mencintaimu pada hari yang telah lalu dan hari kemudian yang tak pernah kutahu…

(19 juli 12)

 **

Bagaimana cara mencintai Tuhan? Teruslah bergerak.

(19 juli 12)

 **

Malam. Riuh. Seorang ibu yang terjebak di antara kasih sayang dan kemarahan. Seorang anak yang mencari kesenangan melalui kegemparan.

(20 juli 12)

 **

Demikianlah kehidupan. Sarinya hanyalah kasih sayang. Kelopaknya adalah segala perasaan dari beragam kejadian.

(20 juli 12)

 **

Tanpa kerinduan, bagaimana kita dapat memeriahkan kasih sayang?

(20 juli 12)

 **

Memejamkan mata, seolah menembus ruang & waktu; memasuki hatimu, mengawasi sekitarmu, mengeja tiap kerut wajahmu. Kau rasa-kah kehadiranku?

(20 juli 12)

 **

Kita hanya terpisah dalam raga yang berbeda; suatu saat, kita yang satu akan bersenyawa dengan cahaya…

(20 juli 12)

 **

Kita tak perlu selalu mlakukan hal-hal hebat untuk dapat menginspirasi. Bahkan hal sederhana pun memiliki peluang untuk mengantarmu menjadi orang hebat.

(23 juli 12)

 **

Namun adakalanya kita pun harus berpikir utk melakukan hal-hal hebat demi memotivasi diri menjadi manusia yang bermanfaat.

(23 juli 12)

 

Manusia dewasa adalah yang dapat memperlakukan kepedihan dengan elegan & merayakan kesuksesan dengan bersahaja. Mereka yang mnggenggam kunci keseimbangan.

(23 juli 12)

 **

Jika dunia ini tak melulu berisi ironi, maka engkau takkan pernah mengecap kehidupan…

(23 juli 12)

 **

Seandainya belum bisa lakukan gerak nyata yang positif, setidaknya kita dapat mulai dari berpikir positif, berprasangka positif…

(23 juli 12)

 **

Puasa. Ada sebagian yang dapat kita tanggalkan, namun ada pula sebagian yang enggan kita hilangkan. ujian dan berkah seringkali berganti nama.

(24 juli 12)

 **

Doa-doa yang terserak oleh suara-suara yang telah serak mendapat pengabaian.. namun semesta selalu punya jalan keajaiban, juga keadilan…

(24 juli 12)

 **

Apa yang diperjuangkan dari percintaan tanpa masa depan?

(24 juli 12)

 **

Puasa. jarang sekali terpikir untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya kecuali sekedar menjalani ritual atau rutinitas fisik maupun batin.

(24 juli 12)

 **

Puasa. jarang sekali melahirkan pribadi-pribadi baru yang berbeda, melainkan sekedar mencuci untuk dikotori kembali….

(24 juli 12)

 **

Puasa. Tuhan hanya terlihat lebih menonjol, namun masih banyak raga yang enggan lebih mendekat selain sekedar melihat jelas bayangan-Nya.

(24 juli 12)

 **

Barangkali sekarang semesta sedang sibuk memilah-milih benih-benih kehidupan di masa mendatang.. sementara kita sekedar berdiri di jalur penantian.

(24 juli 12)

**

Pada akhirnya, kita akan bertemu dengan yang memaksakan cintanya. Kita bertekuk lutut untuk jatuh dalam rengkuhan atau sinis matanya.

(24 juli 12)

 **

Belajarlah untuk berhenti bicara. Sesekali, beri kesempatan telinga untuk mengutarakan apa yang nyaring bergema dalam nurani.

(24 juli 12)

**

Duhai cinta, aku tak lagi ingin mengutarakan harapan ataupun keluh kesah. Kupasrahkan diriku pada masa depan yang telah ada di tanganmu..

(24 juli 12)

 **

Jarang yang tersadar bahwa permainan dunia adalah menyandera jiwa-jiwa manusia — hingga ketika tersadar mengetahui bahwa kantongnya masih kosong.

(24 juli 12)

 **

Kepada : cinta yang membelenggu kesadaran, tunjukkan belas kasihmu dengan secawan kebaikan untuk jiwa-jiwa dahaga yang telah buta…

(24 juli 12)

 **

Apa yang diberikan makanan selain rasa kantuk dan lupa diri?

(24 juli 12)

 **

Hancur leburkanlah semua harapan — supaya aku hanya merasa lega oleh sebuah kehadiran, satu-satunya kepuasan.

(25 juli 12)

 **

Jangan lupa untuk kau beri makan hatimu sebelum kau beri makan ragamu….

(25 juli 12)

 **

Melongok jendela, kutemukan sinar matahari berbisik padaku tentang sosok yang tak henti merapal namaku dalam tiap doa dan asanya…

(25 juli 12)

 **

Kita mengira telah puas, padahal masih dahaga… dan kita pun senantiasa dahaga, padahal sudah lebih dari cukup…

(25 juli 12)

 **

Kita seringkali sibuk memperbesar impian, namun lupa menyetarakan tindakan…

(25 juli 12)

 **

Luangkan sejenak untuk membaca diari pribadimu, sejarahmu sendiri.. Mari menyusuri kenangan untuk meniti jalan ke depan.

(25 juli 12)

 **

Dalam dunia yang makin remuk, kau takkan dapat melihat kebenaran dan kesejatian hanya dengan indera kasat matamu. Pertajamlah mata hatimu.

(25 juli 12)

 

Pencapaian tertinggi fase kehidupan adalah kesederhanaan. Sesederhana membedakan hitam & putih tanpa berpikir dua kali, tanpa terjebak dilema.

(25 juli 12)

 **

Luka dan kegagalan bukanlah kekurangan, melainkan tempaan sebelum menerima lebih banyak kelebihan.

(25 juli 12)

 **

Seringnya menelan luka dan kegagalan bisa jadi karena kita tak kunjung belajar banyak dari kesalahan. Ada yang salah dengan anggapan membiarkan.

(25 juli 12)

 **

Sesungguhnya cobaan lah yang memiliki andil lebih banyak membesarkan kita. Maka jangan ratapi kedatangannya, jangan pula mendewakannya.

(25 juli 12)

 **

Karena hidup adalah ujian, janganlah kau terlampau terlena oleh kesenangan. Waspadailah setiap kemenangan.

(25 juli 12)

 **

Satu-satunya cara memulai hidup adalah dengan pertanyaan.

(25 juli 12)

 

Jangan memendam kata maafmu dalam hati saja. Dia yang kau sakiti takkan sembuh oleh ketakutanmu, kegamanganmu.

(25 juli 12)

 **

Jangan memendam kata maafmu dalam hati saja. Adakalanya semesta takkan sudi menyampaikannya demi menempa keberanianmu, tanggung jawabmu.

(25 juli 12)

 **

Jangan memendam kata maafmu dalam hati saja. kelak, dia yang kau sakiti akan menjadi penghalangmu untuk meraih kesucian, kemenangan.

(25 juli 12)

 **

Mencintaimu, memilihmu, adalah hal yang kuanggap benar. Maka aku takkan menyerah meski terlihat sia-sia, karena semesta memberiku keberanian.

(25 juli 12)

 **

Demi malam yang pelan-pelan beranjak pekat, aku takkan dapat membiarkan kerinduanku menguap begitu saja tanpa iringan doa yang khidmat…

(25 juli 12)

 **

Bahkan sedari awal, hal pertama yang Tuhan katakan pada kita adalah tujuan kita hidup…

(25 juli 12)

 **

Advertisements

2 thoughts on “Kicau Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s